Sunday, March 31, 2019

MAKET BETTERPAD-RAY - Ruang Inti pada Masjid Syahadat



Maket Betterpad-Ray


Maket Masjid Syahadat

Di dalam maket kompleks Betterpad-Ray (Benteng Terpadu Raya) terdapat maket masjid yang diberi nama Masjid Syahadat. Masjid ini memiliki dua lantai dengan lantai dua pada ruang sholat utama berupa balkon. Desain kompleks bangunan ini menghadap ke selatan dengan kedua pintu gerbang depan sebagai sisi selatan. Masjid ini terletak di sisi barat kompleks bangunan karena bangunan ini untuk dibangun di Indonesia yang terletak di timur Masjidil Haram, Mekkah, sebagai kiblat sholat bagi umat Muslim. Menurut saya dengan posisi seperti ini, para pengunjung yang akan melaksanakan sholat dapat langsung masuk ke masjid saat dari luar kompleks Betterpad-Ray. Dan di depan masjid Syahadat (depan mihrab) hanya ada tembok sebagai batas kompleks bangunan, sehingga setiap muslim yang mengerjakan sholat seolah-olah tidak menghadap kepada suatu benda selain tembok sebagai pembatas bangunan saja.

Hal yang akan dibahas kali ini adalah desain ruang inti pada masjid Syahadat. Ruang inti di sini adalah bangunan induk yang terbesar yang terdapat fungsi utama sebuah masjid. Ruang inti atau ruang utama pada masjid Syahadat terdiri dari ruang sholat, ruang untuk bersuci (terutama untuk berwudhu), dan teras atat serambi. Insya Allah, ruangan yang saya desain ini cukup luas untuk para pengunjung dan yang terpenting dapat memenuhi kebutuhan ibadah dengan fasilitas yang memadai.

Ruang yang paling penting di masjid Syahadat adalah ruang sholat yang memang merupakan ruang utama di semua masjid. Ruang sholat terdiri dari mihrab dan ruang jamaah. Mihrab adalah ruang kecil yang berada di bagian paling depan ruangan sholat sebagai tempat imam memimpin sholat. Mihrab juga menandakan arah kiblat sholat. Di dinding mihrab akan saya beri lubang cahaya dengan kaca agar pencahayaan di mihrab lebih baik. Mihrab desain saya juga memiliki ruangan kecil di sisi kanan dan kiri untuk dapat menyimpan perlengkapan sholat.

Sementara ruang jamaah disediakan bagi para muslim untuk melakukan sholat mengikuti imam, sholat sendiri, atau tempat jamaah mendengarkan khutbah. Ruang sholat utama masjid Syahadat setidaknya memiliki 20 shaf dengan tiap shaf minimal terdiri  dari 50 orang. Jumlah ini mungkin bisa lebih banyak pada kenyataannya jika shaf sangat rapat. Pada ruang sholat terdapat 4 tiang besar yang menyangga atap tumpang masjid Syahadat. Tiang-tiang dan bentuk atap tumpang merupakan ciri khas masjid yang berada di Jawa. Jendela-jendela pada sisi ruangan (kecuali sisi depan) memiliki lengkungan yang indah bernuansa Arab, berjumlah banyak, dan berukuran besar agar memberi pencahayaan alami, ventilasi udara, dan kenyamanan bagi jamaah. Untuk pembagian shaf saat sholat jamaah, laki-laki berada di sisi kanan dan perempuan berada di sisi kiri, hal yang umum di beberapa masjid di Indonesia.

Selain mihrab dan ruang jamaah, ruang sholat masjid Syahadat dilengkapi dengan mimbar. Mimbar adalah tempat yang diperuntukkan bagi khatib untuk menyampaikan khutbah pada sholat Jumat atau sholat Id. Di Jawa, ada banyak mimbar terbuat dari kayu berupa podium dengan tempat duduk menjadi satu bagian yang dihiasi ukiran indah. Saya berniat memberikan mimbar yang sederhana saja namun tetap menunjukkan budaya Islam dan Jawa.



Desain Masjid Syahadat dilihat dari pojok

Ruang Wudhu masjid Syahadat terletak di luar kedua sisi samping masjid. Karena bersih dan suci adalah syarat mutlak dalam melaksanakan sholat, maka tempat wudhu tidak terpisah dengan bangunan masjid. Syarat bersih bagi orang yang hendak beribadah tidak hanya dilakukan dengan berwudhu, tetapi juga membersihkan najis, mandi, dan sebagainya. Maka masjid Syahadat juga dilengkapi dengan kamar mandi dan toilet. Tempat bersuci harus terjamin kebersihannya dan tempat berwudhu harus terjamin kesuciannya. Tempat wudhu didesain dengan ukuran yang longgar, dengan lebar 9 meter sehingga orang-orang leluasa dalam antri atau melangkah.

Ruang wudhu antara pria dan wanita juga dipisahkan sesuai pembagian shaf. Bagi pria akan berwudhu di tempat sebelah kanan dan wanita akan berwudhu di tempat sebelah kiri. Untuk menjaga penyediaan air yang higienis, air wudhu mengalir melalui beberapa keran air dan di bawah keran disediakan saluran air agar air wudhu yang digunakan tidak mengalir ke lantai ruang wudhu. Insya Allah akan disediakan tempat duduk terutama bagi orang yang fisiknya lemah. Sebelum masuk ke ruang wudhu, disediakan tempat penitipan barang atau sandal/sepatu. Hal ini untuk menghindari rasa khawatir akan hilangnya barang dan menciptakan kekhusyukan dalam beribadah di masjid Syahadat.

Sebelum ruang sholat utama, terdapat teras atau serambi yang merupakan ruangan yang cukup terbuka. Serambi masjid Syahadat digunakan sebagai ruang publik. Serambi ini didesain agar dapat langsung diakses dari luar maupun tempat wudhu. Di serambi akan disediakan tempat penitipan barang sehingga barang bawaan  tidak mengganggu seseorang dalam sholat. Keberadaan serambi tidaklah mutlak. Namun untuk masjid di Indonesia keberadaan serambi sangat diperlukan untuk merespon iklim tropis. Serambi berfungsi sebagai peneduh yang mengurangi rasa panas matahari atau panas udara. Serambi masjid Syahadat memiliki dua lantai. Tangga menuju lantai dua masjid Syahadat juga terletak di serambi dan bisa menuju ke balkon ruang sholat utama.

Demikianlah desain masjid Syahadat yang merupakan bagian dari maket Betterpad-Ray (Benteng Terpadu Raya). Jujur bahwa saya masih lulusan SMA dan belum kuliah terutama arsitektur. Saya menyukai arsitektur khususnya arsitektur Indonesia dan beniat mengenalkannya kepada dunia. Yang jelas semoga desain saya ini dapat bermanfaat. Terima kasih.


Referensi:
·         Susanta, Gatut, dkk. Membangun Masjid & Mushola. 2007. Depok: Penebar Swadaya. (https://archive.org/stream/BukuArsitektur/1048_Membangun%20Masjid%20dan%20Mushola#mode/2up)


Friday, March 29, 2019

MAQUETTE BETTERPAD-RAY - Use of the Shahada Mosque (Masjid Syahadat)



Betterpad-Ray maquette

Masjid Shahada maquette

This is a model/mockup/maquette of the Shahada mosque which is part of the model of the Betterpad-Ray (Benteng Terpadu Raya/Great Integrated Fortress) complex. This mosque is called Shahada because it has a tower on top of which there are two Arabic words in the form of calligraphy, namely lafdzul jalalah (Allah) and lafadz Muhammad. The first pillar of Islam, the main basis, or the requirement of a non-Islamic person to convert to Islam is to say two sentences of Shahada, namely Asyhadu Alla Ilaha Illallah, Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah (I testify that there is no god but Allah, I testify that Muhammad is Messenger of Allah).

Prayer is the pillar of religion that must be carried out for every Muslim and must be done in a clean or holy place, one of which is the mosque building.

Surah Al Alaq verse 19:
... وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩  ١٩
19.  ... But prostrate and draw near [to Allah].

Generally, understanding by the community of mosque uses is limited to places of worship or sometimes only used as a place of physical prayer. At mosques Muslims pray both individually and in congregation. On Friday, Jumu'ah (Friday) prayers are held, generally it is the most crowded time for Muslims (especially men) to listen to khutbah and perform Friday prayers in congregation. If there is a busy time, it is during the tarawih prayer or Eid prayer. Actually according to Islam, the mosque is not just a place of worship, but also a center of Islamic worship and culture from birth, growth, to its current development.

In general, the definition of a mosque is the house of Allah SWT built for Muslims to remember, be grateful for, and worship Him. In language, the mosque (masjid) comes from Arabic, namely sajada, which means a place of prostration. ma + sajada become masjid. Basically, the mosque is not a place of worship or special building for worshiping Muslims. Indeed, the vast earth is a mosque/masjid for Muslims. All places may be used to carry out worship, except cemetary, a place that is filthy, and places that do not meet the requirements in Islam to be used as places of worship. Rasulullah said, "Every part of the earth of Allah is a place of prostration (mosque)". (HR Muslim).

Although literally a mosque means a place of prostration, or a little more extensive is a place of worship, but actually the mosque has a wider use that covers various aspects of human life. When Prophet Muhammad built a mosque around his place of residence, it also served as an educational, social, political, and even military place. And I hope that my design mosque can be used for various aspects of the interests of Muslims.

The model of the Shahada Mosque is seen from the corner

From these things, the most visible function is the function of education. Assembly groups, lectures, and discussions for Muslims can be done in the mosque. According to the history of Rasulullah, the revelations received by him while in Medina were usually while in the mosque. Prophet Muhammad explained the Islamic laws to the people in the mosque. This explains that the mosque serves as a place to give and receive the knowledge of Islam. This continues to this day, where people study religion and study Islamic law in mosques, through khutbah, lectures, or discussions. Insha Allah, in the Shahada mosque there will also be a small library or at least a large shelf as a place for Islamic religious books that can be read by the muslims.

In addition to education, mosques are used as a place for social activities, such as zakat management, management of sacrificial animals (Qurban), donations for orphans and the poor, mass circumcisions, discussions, wedding ceremonies, disaster relief, and the promotion of converts (muallaf).

God willing, the mosque that I designed can meet the health needs of the community, such as a small clinic, services for maternal and child health, health consultations, and first aid for accidents. If there is a mosque like that, that is a good thing. So I designed a small building next to the mosque for these things.

Mosques are also used to guide young people (teenagers) as the next generation who will lead the nation in the future. Things that can be done are teaching, scouting movements, Islamic arts, and so on.

Commemoration of Islamic holidays and National holidays can be held inside the mosque. This is important so that people can remember and study important histories related to the development of civilization in this world. Organizing Islamic competitions can also be held at the mosque.

The mosque does have a broad role and function for the community. Mosques can encourage people to always maintain harmony, unity, consult well, and stay in touch so that various community interests can be fulfilled and various problems can be resolved properly through deliberation. A good and well-used mosque can make people live better and progress in the way of Allah SWT. In addition, mosques should not be used for personal or group interests, especially for negative things. Although for the community, mosques must be used for positive things that are in accordance with Islam and do not damage the mosque itself, religious life, or society.

So, it is expected that mosques can be maintained properly and always have positive activities with roles from various parties, such as the general public and the government.


Reference:
·        Susanta, Gatut, and friends. Membangun Masjid & Mushola. 2007. Depok: Penebar Swadaya. (https://archive.org/stream/BukuArsitektur/1048_Membangun%20Masjid%20dan%20Mushola#mode/2up)


BETTERPAD-RAY MOCKUP - Materiaal van de muur van de Shahada-moskee (Masjid Syahadat)

"Sorry If There Is A Deficiency / Error In Translation From Indonesian To Related Languages, Because It Only Uses Google Translate...

Popular posts